Jangan Dipaksakan
Tidur merupakan kebutuhan tubuh yang sangat penting, dimana terjadi karena adanya perubahan aktivitas syaraf di otak yang menyebabkan turunnyan kesiagaan. Pada manusia lamanya waktu tidur adalah relatif, berkisar 6-7 jam dalam sehari. Bersifat individual, karenanya ada saja orang walaupun kesempatan tidur kurang dari 6 jam, tapi ia bisa merasa segar dan tidak mengantuk lagi.
Namun sebagian orang, ada saja yang susah memejamkan mata, atau mengambil istilah medis dengan sebutan insomnia. Gangguan sulit tidur ini, bisa saja disaat memulai tidur atau pada saat terjaga, untuk tidur kembali sangat susah.
Hal ini bisa disebabkan beberapa faktor. Yang paling banyak adalah disebabkan gangguan stres, depresi atau masalah kejiwaan. Selain itu juga disebabkan karena gangguan lingkungan, suhu yang terlalu panas/dingin, juga penyakit-penyakit fisik seperti asma, sendi atau gangguan jantung.
Untuk mengobatinya, perlu mengenali penyebabnya. Misalnya untuk masalah kejiwaan bisa diberi obat penenang atau obat tidur sesuai resep dokter.
Selain, insomnia ada juga gangguan tidur lainnya, yakni mudah tertidur (hipersomnia) dan arkolepsi yang merupakan keinginan tidur yang tidak tertahankan pada siang hari, meski tidur malamnya cukup.
Ada juga yang disebut parasomnia, yakni gangguan perilaku saat tidur, yang umumnya terjadi pada anak-anak. Penyebabnya biasanya saraf dan psikis (traumatis). Yang termasuk parasomnia antara lain sleep terror dan sleep walking.
Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan kalau menderita gangguan tidur ringan (stres). Diantaranya, bagi Anda yang susah tidur, jangan memaksakan diri untuk tidur. Hilangkan keinginan untuk itu, tapi isi dengan melakukan kegiatan atau aktivitas ringan seperti membaca atau mendengarkan musik-musik ringan yang bisa mengundang kantuk. Kalau Anda merasa pada hari ini kurang tidur, itu tidak masalah. Karena akan terbentuk pola tidur.
Berolahraga kira-kira setengah jam tiap hari dapat memperbaiki pola tidur. Hindari makanan dan minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, minuman-minuman suplemen yang juga mengandung kafein. [Banjarmasin Post, 8/05/06]
Dari dr AJ Djohan, MM (Direktur RSU Suaka Insan)
Category: Tidur


0 comments